Tampilkan postingan dengan label Persisam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persisam. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2011

Fajar Legian Jendral Muda Persisam

Absennya Akbar Rasyid memang sedikit membuat lini tengah Persisam timpang. Namun, kepercayaan yang diberikan Hendri Susilo dengan memasang Fajar Legian Siswanto, dibuktikan benar pemain berumur 23 tahun tersebut.

Fajar mampu merepotkan barisan pertahanan Persijap dan mampu membuat kokoh lini tengah Persisam.
Idola dan jendral muda Persisam dilini tengah.
Selama ini, Fajar memang banyak bermain sebagai pemain penganti, namun justru itulah yang membuatnya menjadi deretan pemain Indonesia yang bergelar supersub.
Dan kontra Persijap, Minggu (17/4) sore kemarin, bermain penuh enerjik sepanjang laga membuat nama Fajar Legian menjadi perhatian.
Aksinya meliuk diantara tembok kokoh pemain-pemain Persijap mampu memukau puluhan ribu Pusamania.
Bahkan sepuluh menit menjelang pertandingan usai, Fajar masih memasak untuk memberikan penampilan terbaiknya sebelum akhirnya diganti akibat otot yang tertarik hasil bermain habis-habisan sepanjang laga.
“Dia pemain berbakat, saya yakin dia bisa menjadi pemain masa depan yang dimiliki Persisam dan Indonesia,” puji Hendri Susilo, pelatih Persisam, terhadap gaya permainan mantan pemain Persih Tembilahan tersebut. (abe)
Fajar Legian Siswanto
Tanggal Lahir: 27 Agustus 1987
Negara: Indonesia
Tinggi Badan: 170 cm.
Berat Badan: 59 Kg.
Posisi : Gelandang
Nomor Punggung: 21

Minggu, 17 April 2011

Hari ini, Pusamania Awali Tour Of Solo

Fanatisme yang menjadi modal Pusamania dalam memberikan dukungan kepada Persisam Putra Samarinda tak bisa diragukan lagi. Bahkan rencana kepindahan laga Persija v Persisam ke Solo tak membuat nyali mereka kendur, Rute tur yang seharusnya ditujukan ke ibukota beralih ke Solo, kota yang dulunya bernama Surakarta.

Pusamania saat bersama Jakmania, musim lalu, di depan Stadion Lebak Bulus Jakarta.
Pusamania di Bandara Sepinggan menunggu penerbangan ke Jakarta.
Tercatat 5 korwil sudah mengawali Tour Of Solo mulai hari ini. “Kami berangkat dengan teman-teman korwil lain, ada Pumpkinz, Garis Keras, Badboy, Tuan Muda dan Pelabuhan,” sahut Hendrik, Dirijen Pusamania yang terdapat dalam rombongan. Dan menurut kabar, rombongan lebih besar akan menyusul beberapa hari kedepan. Di Samarinda korwil terbesar Pusamania yaitu Pesut United hingga kini masih mengalang anggotanya yang ingin berangkat.
“Korwil Pesut hingga kini masih mengkoordinir anggotanya yang berangkat, yang saya tahu yang ingin tur membludak disana, tapi yang pasti saya sudah dapat kepastian dari Andong (Ketua Korwil Pesut) mereka akan datang jauh lebih banyak dari musim lalu,” ujar Hendrik.
Laga menghadapi Persija Jakarta memang menjadi agenda tur yang telah jauh hari disusun. Persija v Persisam sendiri akan digelar 23 April mendatang, di Stadion Manahan Solo. “Kami sudah telanjur membeli tiket Jakarta, makanya rute ke Solo kami putuskan naik kereta api dari Jakarta. Mungkin kami akan menginap semalam dulu di Jakarta, kebetulan JaKampus dan Jak Tanah Abang sudah menghubungi kami untuk menawarkan tempat bermalam,” jelas Hendrik.
Di Solo nantinya, Pusamania Jogja sudah menunggu kehadiran Pusamania dari Samarinda. Pasalnya, Pusamania Jogja yang memiliki puluhan anggota berjanji akan hadir di Solo mendukung perjuangan Persisam.

Pesut Junior Cukur Bontang FC U21

Dominasi Persisam U21 di Grup III ISL U21 2010/2011 semakin menjadi-jadi. Kali ini giliran Bontang FC U21 disikat di kandangnya sendiri, Stadion Taman Lestari Bontang. Kemenangan cukup fantastik 5-2 menjadi pelecut semangat tim asuhan Aeb Berlian dan Aviv Subarkah menatap Babak 6 Besar di Jakarta mulai 26 April nanti di Jakarta.

Rahel Radiansyah, 3 gol untuk melengkapi kemenangan 5-2 atas tuan rumah Bontang FC U21.
Gol-gol kemenangan Pesut Junior disumbangkan Qiqi Bayhaqi, Dendi Ucok Sembiring dan Hattrick Rahel Radiansyah.
Bermain dengan tempo cepat, Persisam U21 sempat ditahan imbang 2-2 di babak pertama. Setelah itu, unggul stamina Persisam U21 berhasil menguasai jalannya pertandingan.
Bontang FC U21 pun hanya berusaha mengimbangi gaya bermain frontal yang dibangun Pesut Junior.
Alhasil skor akhir 5-2 untuk kemenangan Persisam U21 menjadi kado terindah bagi Pusamania, yang 9 April kemarin merayakan ultahnya yang ke-17.
“Sebenarnya kita tidak ada target di pertandingan ini, ini hanya mengukur sejauh mana hasil latihan anak-anak jelang turun di babak 6 besar, tapi saya salute dengan motivasi anak-anak,” sahut Dimas Raditya, Asisten Manajer Persisam U21. (abe)
Hasil ISL U-21
Grup A

Sriwijaya FC U-21 vs PSPS U-21 2-1
Grup B
Pelita Jaya U-21 vs Persijap U-21 5-0
Persela U-21 vs Arema U-21 3-0
Grup C
Persiba U-21 vs Persiwa U-21 0-1
Bontang FC U-21 vs Persisam U-21 2-5
Klasemen Akhir ISL U-21
Grup 1

1. PERSIB U21 16
2. SEMEN PADANG U21 16
3. PSPS U21 9
4. PERSIJA U21 7
5. SRIWIJAYA FC U21 7
Grup 2
1. PELITA JAYA U21 16
2. PERSELA U21 15
3. AREMA FC U21 15
4. DELTRAS U21 12
5. PERSIJAP U21 1
Grup 3
1. PERSISAM U21 18
2. PERSIWA U21 15
3. PERSIPURA U21 14
4. BONTANG FC U21 7
5. PERSIBA U21 3

Total Menyerang, Persisam Tertahan

Bermain tanpa 3 pilar utama saat menghadapi Persijap Jepara, janji Persisam bermain menyerang terbukti. Sayang skor akhir tak berpihak kepada Pesut Mahakam. Laskar Kalimanyat Persijap Jepara mampu menahan imbang Julio Lopez dkk 1-1 dalam laga yang digelar Minggu (17/4) sore, di Stadion Segiri Samarinda.

Pusamania ramai-ramai menyalakan flare memberikan dukungan kepada Persisam. Aksi ini cukup berhasil membakar semangat pemain Persisam mengempur pertahanan Persijap.
Memaksa Fandi Mochtar diposisi striker menemani J-lo, pasukan orange langsung mengobrak-abrik daerah pertahanan Persijap. Sayang, sigapnya M Yasir dibawah gawang Persijap, mampu mematahkan serangan bertubi tuan rumah.
Persijap yang tampil dengan mengandalkan counter attack mampu mencuri kesempatan di menit 15′ saat sepakan dari luar kotak penalti, Jose Sebastian mampu bersarang di gawang Persisam.
Tertinggal 1 gol, Persisam berusaha mengejar ketertinggalan. Bermain dengan cuaca basah akibat hujan, peluang-peluang yang dihasilkan barisan gladiator Persisam tak satupun bersarang digawang Yasir. Hingga babak pertama dibunyikan Persijap unggul atas Persisam.
Di babak kedua, Persisam kembali menguasai jalannya laga. Sadar terus digempur, Persijap berusah menumpuk hampir semua pemainnya di daerah pertahanan. Hanya tersisa Beto Gonzalves didepan untuk mengatur skema serangan balik.
Isdiantono, berjuang keras menghadapi mantan klubnya.
Strategi ini terbilang ampuh. Meski terus digempur, Persijap mampu meredam peluang-peluang emas tuan rumah. Bahkan jika saja Anam Syahrul tak melakukan gol bunuh diri di menit 87′mimpi Persijap pulang dengan poin penuh bisa saja terjadi. “Kami tetap syukuri hasil ini, kami tidak menyalahkan Anam Syahrul, kami tetap puas dengan raihan satu poin, ini poin perdana kami di tandang,” ucap Anjar Jambore, asisten pelatih Persijap.
“Jika kami bermain terbuka dengan meladeni gaya bermain Persisam, kami sadar betul itu akan berbahaya. Pemain-pemain Persisam mempunyai skill yang luar biasa, makanya kami sengaja hanya mengandalkan serangan balik sambil konsentrasi dilini belakang,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih kiper Persisam, Hendri Subagyo mengatakan hasil akhir yang diterima Persisam memang cukup diluar dugaan. Namun ia menilai tetap mengapresiasi semangat yang sudah dibuktikan pasukan orange. “Kalian bisa lihat sendiri bagaimana Persisam bermain tapi inilah sepakbola ada kalah, ada menang dan ada seri, sore ini hanya faktor luck saja, kami ucapkan selamat untuk Persijap,” sahut Hendri Subagyo. (abe)


Julio Lopez dikawal ketat lini belakang Persijap.

Sabtu, 16 April 2011

Tanpa Pilar Terbaik, Persisam Kejar Kemenangan

Perjuangan Persisam Putra saat bertemu Persijap Jepara, Minggu (17/4) pukul 16.30 Wita di Stadion Segiri, bakal dilalui dengan berat. Pasalnya, kekuatan Pesut Mahakam kembali tergerus dengan absennya tiga pilar utama di tiga posisi, yakni belakang, tengah dan depan.

Djayusman, Dongsoo Choi dan Akbar Rasyid dipastikan absen saat kontra Persijap.
Djayusman Triasdi, Akbar Rasyid dan Choi Dong soo dipastikan absen dalam laga ini. Akbar dan Djayusman harus menepi karena akumulasi kartu kuning yang diterimanya. Sementara Choi Dong soo terkendala masalah Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) di Singapura.
Hal tersebut dikatakan manajer tim Coeng Agus Setiawan. Menurutnya, Akbar, Djayusman dan Choi selama ini tak tergantikan pada posisinya masing-masing jika dalam kondisi fit.
“Tapi di laga nanti, kita tak bisa memainkan ketiganya sekaligus. Kekuatan kita memang semakin berkurang dengan tidak adanya Djayusman, Akbar dan Choi. Apalagi Agung Suprayogi juga tak bisa bermain karena patah kaki,” ujarnya.
Untuk posisi Akbar yang juga kapten tim, Persisam Putra ujar Coeng memiliki beberapa alternatif. Diantaranya I Wayan Gangga Mudana serta Achmad Sembiring. Pemain lain yang bisa beroperasi sebagai gelandang penyeimbang adalah Fandy Mochtar.
“Saya pikir rotasi pemain di lapangan tengah bisa dilakukan, karena banyak stok pemain di sana. Tapi di lini depan, kita sudah kehilangan Pavel Solomin sejak putaran pertama, ditambah Agung dan sekarang Choi yang tak bisa pulang cepat karena masalah izin tinggalnya di Indonesia,” kata Coeng.
Choi kemarin sore menghubungi Coeng dan menyatakan bingung dengan masalahnya saat ini. “Absennya Choi membuat kami memanggil kembali Aldair Makatindu dari tim junior. Kita tak punya alternatif lain selain Aldair. Karena ia sudah pernah merasakan bermain dengan para seniornya di kompetisi resmi,” ujarnya lagi.
Sementara absennya Djayusman, juga mengurangi kekuatan di lini belakang. Namun masalah di sektor ini tak begitu besar, karena salah satu pilar asing yang sudah lama absen, Tsimi Joel, dipastikan turun. Dalam dua partai away menghadapi Sriwijaya FC dan Persib Bandung, Tsimi memang sudah masuk dalam line up meski tak pernah dimainkan.
“Tapi khusus partai di kandang lawan Persijap, ia saya pastikan bermain karena kondisinya juga sudah cukup bagus. Makanya absennya Djayusman saya pikir bisa diatasi dengan hadirnya Tsimi,” tandasnya.

Hadapi Persijap, Persisam Timpang

Pelatih Persisam Putra, Hendri Susilo tampaknya harus memutar otak meramu komposisi terbaik saat bertemu Persijap Jepara, Minggu (17/4) sore di Stadion Segiri Samarinda.


Pasalnya, tercatat ada sekitar 5 pemain Persisam dipastikan tak dapat tampil. Mereka adalah kapten tim, Akbar Rasyid (Akumulasi), Djayusman Triasdi (Akumulasi), Tsimi Joel (Cedera), Agung Suprayogi (Patah Kaki) dan Dongsoo Choi yang harus pergi ke Singapore mengurus Visa kerja (Kitas).
Banyaknya pemain yang absen jelas menjadi sebuah kerugian yang besar disaat Persisam berkesempatan menjulang poin penting di kandang. Namun masuknya dua pemain junior, Aldair Makatindu (Striker) dan Cipto (Gelandang) diharapkan mampu menjadi penopang disaat pemain inti Persisam absen.